Well, berpikir

Misal ada suatu masalah, dari kasus yang sebelumnya, pelakunya kita sebut aja A, terus ada kasus kedua yang semua bukti yang bisa diketahui juga mengarah ke A, dan A gabisa mematahkan tuduhan kalau yang melakukan memang bukan dia, apakah bearti pelaku kasus kedua juga A? Atau misal kepikiran dari segi cost karena memang A ini pelaku dari kasus pertama, cost terendah ya pelaku kedua adalah si A juga? Pertanyaan-pertanyaan ini sebenarnya sangat pragmatis da kynis sih, kaya salah satu series yang mengaitkan beberapa kasus ke satu nama orang untuk mengcut anggaran, daripada mencari kebenaran. 

Mungkin ada satu atau dua kejadian di rangkaian hidup kita yang mirip-mirip dengan kasus ini. "When you have eliminated the impossible, whatever remains, however improbable, must be the truth." stated by Sherlock Holmes. Dengan kasus kita di atas, secara fisik pasti ada anomali di dalam chain kita, karna dengan semua bukti yang diketahui mengarah ke A juga, terlihat agak 'terlalu dibuat dan sempurna' yang 'terlihat' kuat adanya fabrication oleh mastermindnya. Efisiensi dengan menumbalkan pelaku (yang memang udah dilabel pelaku), itu bukan karena belas kasihan, tapi ya karena memang tidak akurat terhadap logika ya ada, walau si A ini emang gabisa membuktikan ketidakbenarannya dan ketika dielak tanpa data pun justru akan dianggap sebagai kebohongan yang buruk, bukan pembelaan.

Sejarah manusia pun memperlihatkan kalau masyarakat selalu membutuhkan spacegoat, kambing hitam untuk membuat semua tampak stabil dan harmonis yang hanya butuh closure agar kembali merasa aman. Pun kalau dianggap sebagai panggung teater, seorang pelaku yang dihukum atas kasus tambahan, dirasa sebagai keadilan yang ditegakkan, kebenaran objektif yang diganti oleh kebenaran simbolis. 

Mengorbankan kebenaran demi efisiensi adalah kemenangan sementara, namun kekalahan mutlak bagi rasionalitas. Keledai logika manusia yang terus berulang dengan membiarkan ancaman sebenarnya tetap hidup sembari membohongi diri sendiri bahwa keadilan telah ditegakkan.

0 comments